Pasanggps.id – Geofencing adalah salah satu fitur paling powerful namun paling sering diremehkan dalam GPS Tracker. Dengan geofencing, Anda bisa membuat pagar virtual di peta yang secara otomatis mengirim notifikasi ketika kendaraan masuk atau keluar dari area tersebut.
Pengertian Geofencing
Secara harfiah, Geofencing = Geo (bumi/lokasi) + Fencing (pagar). Geofencing adalah batas virtual berbasis GPS yang didefinisikan di atas peta digital. Ketika perangkat GPS Tracker melewati batas ini, sistem secara otomatis men-trigger aksi tertentu — biasanya mengirim notifikasi.
ℹ️ Geofencing pertama kali digunakan secara komersial pada awal 2000-an untuk manajemen ternak dan kendaraan pertanian. Kini menjadi fitur standar di hampir semua GPS Tracker modern.

Cara Kerja Geofencing
- Server GPS Tracker menyimpan koordinat batas zona yang Anda definisikan
- Setiap kali GPS Tracker mengirim update posisi (setiap 10–60 detik)
- Server membandingkan posisi terbaru dengan semua zona geofencing yang aktif
- Jika terdeteksi melintasi batas zona (masuk atau keluar), sistem men-trigger aksi
- Notifikasi dikirim ke HP Anda via push notification, email, atau SMS
Tipe Geofencing
1. Geofencing Lingkaran (Circle Geofencing) — Paling Umum
Zona berbentuk lingkaran dengan pusat dan radius tertentu. Misalnya: lingkaran radius 500 meter dari rumah Anda. Paling mudah dibuat — cukup tap lokasi di peta dan atur radius.
2. Geofencing Poligon
Zona berbentuk bebas yang mengikuti batas area tertentu seperti lahan parkir, area proyek, atau batas kota. Lebih presisi dari lingkaran, bisa mengikuti bentuk area yang tidak beraturan.
3. Geofencing Koridor (Route Geofencing)
Zona memanjang mengikuti rute tertentu. Sangat berguna untuk armada yang harus mengikuti rute yang sudah ditentukan — notifikasi dikirim jika kendaraan keluar dari jalur yang seharusnya.
Cara Setting Geofencing di Aplikasi GPS
Di Aplikasi Pasanggps.id (Concox)
- Login ke aplikasi pasanggps.id
- Pilih menu ‘Geofence’ atau ‘Zona’
- Tap ‘Tambah Zona Baru’
- Pilih tipe: lingkaran atau poligon
- Pada mode lingkaran: tap titik pusat di peta, lalu atur radius (dalam meter)
- Beri nama zona (contoh: ‘Garasi Rumah’ atau ‘Kantor’)
- Atur trigger: ‘Keluar’, ‘Masuk’, atau ‘Keduanya’
- Aktifkan zona dan simpan
💡 Tips: Buat zona yang sedikit lebih besar dari area sebenarnya (tambah 50–100 meter dari batas nyata) untuk mengkompensasi akurasi GPS yang tidak selalu tepat.
Contoh Penggunaan Geofencing dalam Kehidupan Nyata
Keamanan Kendaraan Pribadi
Setting zona di sekitar rumah/garasi. Notifikasi langsung ke HP jika motor atau mobil bergerak keluar zona saat seharusnya terparkir — indikasi kuat pencurian.
Manajemen Armada Truk
Setting zona di gudang pengirim dan gudang penerima. Konfirmasi otomatis diterima di dashboard saat truk tiba di tujuan — tanpa perlu telepon ke pengemudi.
Kendaraan Dinas
Setting zona di area kantor dan area operasional yang diizinkan. Notifikasi otomatis jika kendaraan dinas digunakan di luar jam kerja atau keluar dari area yang diizinkan.
Pelacakan Anak
Setting zona di sekitar sekolah. Notifikasi otomatis diterima orang tua saat anak tiba di sekolah dan saat pulang — memberikan ketenangan pikiran tanpa perlu mengganggu anak dengan telepon.
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
❓ Berapa banyak zona geofencing yang bisa dibuat per kendaraan?
✅ Tergantung platform. Pasanggps.id memungkinkan pembuatan hingga puluhan zona per perangkat. Platform enterprise seperti GPSKU tidak membatasi jumlah zona. Untuk penggunaan sehari-hari, 2–5 zona biasanya sudah mencukupi.
❓ Apakah ada delay antara kendaraan keluar zona dan notifikasi diterima?
✅ Ada sedikit delay yang normal: 15–60 detik. Ini karena GPS Tracker mengirim update posisi setiap 10–60 detik, kemudian server perlu waktu untuk memproses dan mengirim notifikasi. Untuk keamanan, delay ini sangat kecil dan tidak signifikan.
❓ Bisakah geofencing diatur untuk aktif hanya pada jam tertentu?
✅ Ya, platform GPS Tracker canggih memungkinkan scheduling geofencing: hanya aktif di hari kerja jam 08:00–17:00, atau hanya aktif di malam hari. Sangat berguna untuk kendaraan operasional yang keluar di luar jam kerja.
❓ Apakah geofencing bisa digunakan untuk koridor jalan tol tertentu?
✅ Ya, dengan menggunakan Route Geofencing atau corridor geofencing. Anda bisa mendefinisikan koridor selebar 100–500 meter di kiri kanan rute yang ditentukan. Notifikasi dikirim jika kendaraan keluar dari koridor tersebut.
❓ Berapa radius minimum geofencing yang bisa dibuat?
✅ Secara teknis bisa dibuat sekecil 50 meter, namun tidak disarankan karena akurasi GPS 3–15 meter bisa menyebabkan false alarm yang sering. Radius minimum yang praktis adalah 100–200 meter untuk menghindari notifikasi palsu.